April 15, 2026
Media Informasi
Terbaru Travel

Menelusuri Keanggunan Keraton Kasepuhan, Wisata Sejarah yang Menghidupkan Kembali Kejayaan Caruban Nagari

CIREBON – Jika Anda berkunjung ke Cirebon, ada satu tempat yang wajib masuk dalam daftar perjalanan: Keraton Kasepuhan. Begitu memasuki kawasan keraton, suasana langsung berubah. Udara terasa lebih teduh, bangunan bata merah menyiratkan aroma masa lalu, dan setiap sudut seperti membisikkan cerita kejayaan Caruban Nagari pada abad ke-15.

Namun siapa sangka, sebelum dikenal sebagai Kasepuhan, keraton ini bernama Keraton Pakungwati, pusat kekuasaan yang didirikan Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati pada tahun 1529 M. Sejarahnya bahkan tercatat lebih tua, ketika Panembahan Pakungwati I, cicit Sunan Gunung Jati, memperluas dan memperkuat keraton pada tahun 1451 Saka.

Nama Pakungwati sendiri diambil dari sosok perempuan agung: Ratu Dewi Pakungwati, putri Pangeran Cakrabuana yang dinikahi Sunan Gunung Jati. Ia digambarkan cantik, berbudi luhur, kokoh, sekaligus lembut terhadap rakyat. Tak heran nama dirinya diabadikan sebagai simbol kerajaan yang menjunjung nilai luhur.

Baru pada tahun 1679, saat Sultan Sepuh I PR Samsudin Martawijaya naik tahta, keraton ini resmi dikenal sebagai Keraton Kasepuhan, keraton para sepuh”, tempat berkumpulnya para pemimpin bijak dan pelestari tradisi.

Jejak Sejarah yang Menyambut di Setiap Langkah

Berjalan di halaman depan keraton seperti menyusuri ruang waktu. Gapura bata merah yang kokoh menyambut layaknya gerbang menuju masa lampau. Di bagian dalam, Anda akan menemukan:

  • Museum Keraton yang menyimpan kereta Singa Barong, tombak, keris, hingga naskah kuno peninggalan kesultanan.
  • Dalem Agung Pakungwati, pusat pemerintahan dan tempat para pemimpin keraton bersemayam ratusan tahun lalu.
  • Arsitektur perpaduan Jawa, Sunda, Arab, hingga Tiongkok yang membuat kawasan ini terasa eksotis dan unik.

Setiap lorong, setiap pintu, setiap ukiran menyimpan filosofi mendalam tentang spiritualitas, kekuasaan, dan harmoni.

Pusat Budaya yang Hidup Sepanjang Tahun

Keraton Kasepuhan bukan hanya tempat bersejarah, tetapi panggung bagi tradisi yang terus hidup. Jika Anda beruntung datang pada waktu yang tepat, Anda bisa menyaksikan berbagai perhelatan megah:

Pesisir Cirebon & Kirab Budaya

Atraksi warna-warni budaya dari Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan, hingga Indramayu. Musik, tarian, kostum tradisional, semua berpadu dalam pawai meriah.

Festival Topeng Nusantara

Menampilkan kesenian topeng dari penjuru Indonesia, membawa Anda pada perjalanan rasa dan ekspresi wajah-wajah tradisi.

Festival Keraton Nusantara

Keraton-keraton dari berbagai daerah berkumpul, menghadirkan busana agung, upacara adat, dan kebudayaan kawasan masing-masing.

Grebeg Syawal

Ritual syukuran usai Idulfitri yang menggabungkan tradisi, doa, dan simbol-simbol budaya.

Semua kegiatan ini menjadikan Keraton Kasepuhan sebagai ruang budaya yang terus berdenyut, menghubungkan masa lalu, kini, dan masa depan.

Nikmati Perjalanan Menuju Keraton

Keraton Kasepuhan berada di Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk. Lokasinya mudah diakses:

  • Dari Terminal Harjamukti: sekitar 20 menit naik becak menuju arah timur laut.
  • Dari Stasiun Kejaksaan: kurang lebih 30 menit menuju arah selatan.

Sepanjang perjalanan, Anda akan melewati deretan kuliner khas Cirebon, empal gentong, nasi jamblang, hingga tahu gejrot yang siap menemani rute wisata Anda.

Tempat yang Menyimpan Masa Lalu, Mengayomi Masa Kini

Dengan museum, sanggar tari, ruang pementasan, area pertunjukan, hingga fasilitas umum yang lengkap, Keraton Kasepuhan bukan hanya destinasi wisata, tetapi ruang edukasi, budaya, dan kontemplasi.

Mengunjungi Keraton Kasepuhan bukan sekadar melihat bangunan tua. Ini adalah perjalanan menemukan kembali jati diri budaya Cirebon, dari kepemimpinan Sunan Gunung Jati, kecantikan dan kearifan Ratu Dewi Pakungwati, hingga warisan adat yang terus dijaga.

Related posts

Danramil Ungkap Ancaman Bencana yang Mengintai Cilimus, Warga Diminta Siap-siaga

Redaksi

40 Tahun Mengayuh, Daryanto Akhirnya Menangis Bahagia Dapat Becak Listrik dari Presiden Prabowo

Redaksi

PKK Kuningan Gelar ESQ Training, Bunda Ela: Ibu Adalah Pemimpin Sejati di Balik Layar

Redaksi

Leave a Comment