JAKARTA — Di saat banyak kepala daerah mengeluhkan keterbatasan anggaran, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar justru memilih jalan berbeda: turun tangan sendiri, mengetuk pintu pusat, dan mencari bantuan langsung untuk rakyatnya.
Langkah berani itu terbukti berbuah manis. Jumat (21/11/2025), Bupati Dian membawa pulang paket bantuan besar dari Baznas RI.
Kunjungan kerja yang dilakukan bersama Ketua Baznas Kuningan Drs. H.R. Yayan Sofyan, MM, dan Wakil Ketua H. Yusron Kholid, M.Si, diterima langsung oleh Wakil Ketua Baznas RI, Saidah Sakwan, di Kantor Baznas RI, Jakarta Timur.
Namun di balik pertemuan resmi itu, terdapat kisah kegigihan seorang bupati yang enggan menyerah pada kondisi daerahnya.
“Anggaran kami terbatas, tapi kebutuhan rakyat tidak bisa menunggu”
Begitu kalimat yang berkali-kali diucapkan Bupati Dian. Kuningan saat ini tengah menghadapi tingkat kemiskinan 11,88 persen, angka yang tidak kecil. Di tengah situasi itu, Bupati Dian tidak mau diam.
Ia memilih “ngamen” ke pusat: berpindah dari satu lembaga ke lembaga lain, membawa data, membawa harapan, dan membawa suara masyarakat kecil yang ingin kehidupannya membaik.
Dan Baznas RI merespons perjuangan itu dengan memberikan tiga dukungan besar: 150 Unit Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) untuk keluarga yang hidup dalam kondisi rumah rapuh, bocor, atau tidak layak.
Bantuan Permodalan Tanpa Bunga untuk UMKM, nelalui program Baznas Micro Finance Desa, sebagai cara memutus ketergantungan warga terhadap bank emok dan rentenir.
Program Klinik Tanpa Kasir, layanan kesehatan gratis untuk masyarakat, terutama mereka yang tidak mampu membayar biaya medis.
“Saya tidak mau rakyat menunggu, makanya saya turun langsung”
Bupati Dian menegaskan bahwa perjuangan mencari bantuan pusat bukan pencitraan, tetapi kebutuhan.
“Saya akan terus bergerak. Anggaran kita terbatas, tapi saya tidak boleh kalah oleh keterbatasan itu. Saya harus cari jalan agar rakyat bisa merasakan perubahan,” ucapnya tegas.
Di mata Baznas RI, Kuningan dianggap sebagai salah satu daerah paling progresif dalam memanfaatkan zakat untuk pembangunan.
Wakil Ketua Baznas RI, Saidah Sakwan, menyampaikan kekagumannya:
“Kuningan ini responsif, aktif, dan serius ingin menyejahterakan rakyatnya. Kami siap memperkuat kolaborasi.”
Bantuan ini diharapkan menjadi titik terang bagi keluarga miskin, pelaku UMKM, dan warga yang terus berjuang mendapatkan layanan kesehatan.
Di balik semua itu, ada sosok bupati yang tidak lelah mengetuk pintu mana pun demi warganya, bahkan ketika anggaran daerah seret, dan ketika tantangan terus datang.(Beng).
