BANDUNG – Momen emosional dan penuh kejutan terjadi pada puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 Tingkat Jawa Barat. Kader terbaik TP PKK Kabupaten Kuningan, Khodijah, S.Pdi, berhasil menyabet penghargaan tertinggi Adhi Bhakti Utama, yang diserahkan langsung di Gedung Sabuga, Bandung, Selasa (18/11/2025).
Tak hanya piagam, Khodijah bahkan diganjar hadiah umroh sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya.
Ketua TP PKK Kuningan, Hj. Ela Helayati, mengaku bangga dan terharu dengan prestasi membanggakan tersebut.
“Kami melihat sendiri bagaimana Ibu Khodijah bekerja, turun langsung ke masyarakat dengan ketulusan. Hadiah umroh itu pantas beliau dapatkan,” ungkapnya.
Hj. Ela berharap penghargaan ini menjadi pemantik semangat seluruh kader PKK di Kabupaten Kuningan untuk terus bekerja nyata, menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan problematika masyarakat.
Acara puncak HKG PKK ke-53 yang dirangkaikan dengan peringatan HKN ke-61 tingkat Jabar itu dihadiri ribuan kader PKK, para kepala daerah, termasuk Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, beserta jajaran.
Suasana kian bergema saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyampaikan arahannya.
Dalam pernyataannya, KDM menegaskan bahwa Pemprov Jabar akan memaksimalkan peran PKK dan aparatur desa dalam penanganan stunting, meskipun angkanya terus menurun.
“Bappeda Jabar sudah mengalokasikan anggaran untuk kader PKK melakukan pendataan masalah kesehatan warga,” tegas KDM.
Ia menambahkan, setelah data kesehatan dihimpun, Pemprov akan segera merumuskan kebijakan penanganan, termasuk pendanaan penuh selama satu tahun terhadap penyakit seperti stunting, lepra, dan TBC.
“Nanti kita hitung biaya setahun. Dan yang jadi pemandunya adalah kader PKK,” jelasnya.
Tak hanya itu, KDM juga menyebut dana desa akan lebih difokuskan untuk penanganan kesehatan, seiring pembangunan infrastruktur desa yang mulai ditangani Pemprov Jabar.
KDM kembali mengingatkan bahwa PKK memiliki peran vital sebagai pembebas problematika masyarakat, sehingga kader harus terus hadir di tengah warga sebagai garda terdepan perubahan sosial.(Beng)
