KUNINGAN – Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rahmat Yanuar, M.Si kembali menyampaikan pesan yang menggugah hati tentang makna kemanusiaan dan kepedulian sosial. Dalam acara Penutupan Bulan Dana PMI Tahun 2025 di Aula Bank BJB Cabang Kuningan, Rabu (5/11/2025), ia menegaskan bahwa Palang Merah Indonesia (PMI) bukan sekadar lembaga yang mengurusi donor darah, tetapi simbol gerakan nurani yang menumbuhkan empati di tengah masyarakat.
“PMI bukan hanya urusan transfusi darah, tapi gerakan nurani yang menumbuhkan rasa empati dari lubuk hati yang paling dalam,” ujar Bupati Dian dengan penuh semangat di hadapan tamu undangan.
Pernyataan tersebut disampaikan usai laporan bahwa PMI Kabupaten Kuningan berhasil menghimpun dana Rp703.887.000 atau 88 persen dari target Rp800 juta. Capaian ini menunjukkan meningkatnya kesadaran sosial masyarakat, bahkan naik 40 persen dibanding tahun 2024.
Menurut Bupati Dian, capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa gotong royong dan kepedulian warga Kuningan terus tumbuh meski ekonomi sedang menantang.
“Ini bukan sekadar angka, tapi bukti bahwa empati warga Kuningan terus tumbuh. Saling asah, saling asih, dan saling asuh menjadi kekuatan kemanusiaan kita,” tuturnya penuh makna.
Bupati juga menyoroti pentingnya kolaborasi yang lebih luas, khususnya dari dunia usaha.
“Coba undang para pengusaha sukses di Kuningan untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan. Jangan hanya pemerintah dan masyarakat, tapi semua harus terlibat,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa Bulan Dana PMI harus menjadi gerakan kolektif seluruh lapisan masyarakat, bukan sekadar program tahunan. Menurutnya, ketika kepedulian menjadi budaya, maka solidaritas akan menjadi kekuatan terbesar sebuah daerah.
Dalam nada reflektif, Bupati Dian menyampaikan bahwa dalam hidup berorganisasi maupun pemerintahan, pengabdian yang tulus jauh lebih bernilai daripada jabatan atau penghargaan.
“Yang abadi bukan jabatan, tapi pengabdian. PMI adalah cermin dari ketulusan itu,” ucapnya menegaskan.
Pesan tersebut sontak disambut tepuk tangan hangat dari para hadirin — mulai dari ASN, camat, relawan PMI, hingga masyarakat umum yang hadir di acara tersebut.
Acara diakhiri dengan penyerahan penghargaan kepada kecamatan dan instansi terbaik dalam pengumpulan dana PMI 2025, serta penegasan kembali komitmen bahwa Kuningan akan terus menjadi daerah yang peduli, tangguh, dan berperikemanusiaan.
“Bulan Dana PMI bukan tentang siapa yang paling banyak memberi, tapi siapa yang paling tulus berbagi. Inilah wajah sejati Kuningan — kabupaten yang hidup dari kepedulian dan bergerak dengan hati,” ujar Bupati Dian penuh haru. (Red).
