April 15, 2026
Media Informasi
News Terbaru

Kemiskinan di Kuningan Menurun, Program Bupati Dian dan Wabup Tuti Mulai Berbuah Manis

KUNINGAN – Kabar baik datang dari Kabupaten Kuningan. Di tengah berbagai upaya pemulihan ekonomi dan percepatan pembangunan daerah, angka kemiskinan di Kuningan akhirnya menurun signifikan.

Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025 mencatat jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 turun menjadi 119,67 ribu orang, angka terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala BPS Kuningan, Urif Sugeng Santoso, menyebut capaian ini merupakan hasil kerja keras bersama antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan yang memiliki komitmen sama dalam mengentaskan kemiskinan.

“Angka ini menandai pencapaian luar biasa, terutama jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Urif dalam rilis resminya, Selasa (4/11/2025).

Penurunan jumlah penduduk miskin di Kuningan cukup signifikan. Pada Maret 2024, jumlahnya masih tercatat 131,83 ribu jiwa, sehingga dalam setahun terjadi penurunan sekitar 12,16 ribu jiwa.

Bahkan jika dibandingkan dengan Maret 2023, jumlah penduduk miskin berkurang hingga 14,21 ribu jiwa.

Selain itu, persentase kemiskinan di Kuningan juga menurun tajam. BPS mencatat, pada Maret 2025, tingkat kemiskinan berada di angka 10,74 persen, turun 1,14 poin persentase dibandingkan Maret 2024, dan 1,38 poin lebih rendah dari Maret 2023.

“Penurunan ini tidak hanya karena faktor ekonomi makro, tetapi juga berkat kebijakan nyata yang langsung menyentuh masyarakat,” jelas Urif.

Penurunan angka kemiskinan ini tidak terjadi begitu saja. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si dan Wakil Bupati Tuti Andriani, SH, M.Kn, Pemerintah Kabupaten Kuningan bergerak cepat dengan berbagai program strategis pro-rakyat sejak dilantik pada 20 Februari 2025.

Beragam program unggulan digulirkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, di antaranya:

Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, Job Fair dan pembukaan lapangan kerja baru, Program 100 KM Jalan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah,

Program Bernas & Bangpupuk untuk mendukung ketahanan pangan petani, serta BPJS gratis bagi warga rentan agar pelayanan kesehatan lebih mudah dijangkau.

“Kami bekerja untuk rakyat. Setiap kebijakan diarahkan agar warga Kuningan bisa hidup lebih sejahtera dan mandiri,” ungkap Bupati Dian Rachmat Yanuar, ditemui di Pendopo Kabupaten Kuningan.

Kombinasi berbagai program ini berdampak langsung pada peningkatan daya beli masyarakat, pemerataan ekonomi, dan stabilitas sosial.

Hasilnya kini terlihat nyata, angka kemiskinan turun, kesejahteraan meningkat, dan harapan baru tumbuh di tengah masyarakat.

“Tren positif ini harus terus dijaga dan ditingkatkan. Dengan kerja sama semua pihak, Kuningan bisa semakin maju dan sejahtera,” harap Kepala BPS Kuningan.

Dengan capaian ini, Kabupaten Kuningan semakin menunjukkan diri sebagai daerah yang tumbuh secara inklusif, tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan setiap warga merasakan hasil pembangunan.

Related posts

Danramil Ungkap Ancaman Bencana yang Mengintai Cilimus, Warga Diminta Siap-siaga

Redaksi

Bupati Kuningan Apresiasi Tinggi Kader PKK pada HKG ke-53 Jabar: “Ibu Khodijah Membawa Kebanggaan Besar untuk Kuningan”

Redaksi

Bupati Dian Ajak Warga Jadikan Hari Pahlawan Sebagai Spirit Kebangkitan Kuningan

Redaksi

Leave a Comment