April 15, 2026
Media Informasi
Terbaru Trending

Bunda Ela Pantau Keberlanjutan P2WKSS di Pajawanlor, Dekat dengan Warga, Menguatkan Perempuan Desa

KUNINGAN – Suasana hangat terasa saat Hj. Ela Helayati, atau yang akrab disapa Bunda Ela, bersilaturahmi sekaligus melakukan monitoring dan evaluasi keberlanjutan Program P2WKSS di Desa Pajawanlor, Kecamatan Ciawigebang, Selasa (15/10/2025). Tanpa jarak, ia menyapa warga, berdialog dengan ibu-ibu, dan mendengarkan langsung perkembangan pemberdayaan perempuan di desa tersebut.

Program P2WKSS (Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera) selama ini menjadi wadah bagi para perempuan desa untuk bangkit, bukan hanya mengurus rumah tangga, tetapi juga ikut menopang ekonomi keluarga. Banyak dari mereka yang kini belajar mengelola usaha kecil, memanfaatkan pekarangan, hingga ikut aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Yang terpenting bukan lombanya, tapi perubahan yang bisa dirasakan warga. Kalau ibu-ibu berdaya, keluarga ikut kuat, dan desa pun tumbuh lebih mandiri,” ujar Bunda Ela saat berbincang dengan para kader dan tokoh masyarakat.

Dalam kunjungan itu, ia tidak hanya menilai program di atas kertas, tapi melihat langsung kegiatan warga, hasil kerajinan, kebersihan lingkungan, dan semangat gotong royong yang terus berjalan.

Pada kesempatan tersebut, Bunda Ela juga menyerahkan bantuan stimulan dari Baznas Kabupaten Kuningan untuk pembangunan mushola di area BUMDes Pajawanlor. Bantuan itu disambut penuh rasa syukur oleh warga setempat.

Menurutnya, pembangunan perempuan tidak bisa dilepaskan dari penguatan nilai keagamaan dan kebersamaan sosial.

“Mushola ini nanti bukan sekadar tempat salat, tapi tempat ngaji anak-anak, kumpul ibu-ibu, dan ruang untuk memperkuat ikatan warga,” ucapnya.

Bagi sebagian besar peserta P2WKSS, yang sehari-hari adalah ibu rumah tangga, program ini membuka ruang belajar dan berkarya. Dengan pelatihan keterampilan, pengembangan usaha, serta dukungan lingkungan yang sehat, mereka diarahkan agar bisa berkontribusi bagi keluarga masing-masing.

Bunda Ela menegaskan bahwa perubahan tidak harus besar, yang penting konsisten dan membawa manfaat.

“Kita tidak menuntut langsung sukses, tapi pelan-pelan ibu-ibu bisa bantu ekonomi rumah, anak-anak sehat, lingkungan bersih, dan masyarakat kompak. Itu sudah kemajuan besar,” tuturnya.

P2WKSS bukan hanya soal penilaian atau lomba desa, tapi tentang bagaimana perempuan diberi ruang, kesempatan, dan kepercayaan untuk memajukan kampungnya sendiri. Pajawanlor menjadi contoh desa yang tidak hanya bergerak karena program, tapi karena kesadaran bersama.

Monitoring kali ini menjadi pengingat bahwa perubahan tidak lahir dari panggung besar, tapi dari dapur, halaman, mushola kecil, dan tangan-tangan ibu yang tak kenal lelah.

Dengan pendekatan yang hangat, Bunda Ela hadir bukan sebagai pejabat, tapi sebagai sahabat perempuan desa—menyapa, mendengar, dan memastikan bahwa setiap langkah kecil menuju kesejahteraan tetap berjalan tanpa putus.

Related posts

Gaji ASN Naik Drastis Mulai Oktober 2025, Cek Daftarnya di Sini!

Redaksi

Rombongan Polybag yang Tak Pernah Istirahat

Redaksi

POM MINI DI UJUNG TAKDIR

Redaksi

Leave a Comment