Pagi di sebuah kabupaten selalu punya aroma yang khas, campuran antara kabut gunung dan suara ayam yang memanggil matahari. Dari ruang kerjanya di pendopo, Diraya...
Setiap pagi, Ayah berangkat kerja dengan seragam lusuh yang mulai pudar warnanya. Tas selempang hitamnya sudah robek di sisi, dijahit seadanya oleh tangannya sendiri. Ia...
Di atas meja makan yang mulai kusam, pagi itu seperti biasa dimulai dengan kehadiran mereka: Cangkir, Teh, Gula, dan satu sosok kecil yang sering dilupakan,...
Di laci kayu yang berdebu, tergeletak sebuah pena hitam. Badannya mulai kusam, ujungnya agak tumpul, dan tutupnya sudah retak di sisi kanan.Namanya Lira. Dulu, Lira...
Pesan WhatsApp itu singkat. “Bro, lagi di mana? Punya uang kecil gak? Mau minta tolong.” Belum sampai satu menit, centang dua berubah biru. Balasannya panjang...
(Sebuah Cerpen Satir Birokrasi) Di Kecamatan Sedayu, rapat adalah bagian dari budaya, bahkan bisa dibilang kearifan lokal yang lestari.Masalah apapun, dari drainase tersumbat sampai jadwal...
Sebuah trilogi kehidupan tentang cinta, kehilangan, dan ketulusan yang diwariskan Bagian I — Di Ujung Senja Di kursi bambu yang mulai lapuk di beranda rumah,...
Lemari kayu tua di pojok kamar itu sudah seperti saksi perjalanan hidup ayah. Di dalamnya, tergantung rapi baju-baju dinas lama berwarna cokelat muda, sisa masa...
Sore itu, di beranda rumah kecilnya di Kuningan, Turakim menatap ponsel dengan heran.Notifikasi baru muncul: “Anda telah ditambahkan ke grup: ALUMNI MERAH PUTIH.” Ia sempat...
Di sebuah grup WhatsApp bernama “Bidan Melati”, pagi itu notifikasi tak berhenti berbunyi. Empat bidan desa yang biasanya sibuk mengingatkan jadwal imunisasi, kali ini malah...