aryakemuning.com/ – Warung kopi Mang Ujang pagi itu ramai. Bukan karena kopinya lebih enak dari biasanya, tapi karena berita dari “Rumah Rakyat” lagi panas-panasnya. Di...
aryakemuning.com/ – Namanya Arka. Dulu, orang-orang menyebut tulisannya “tajam seperti silet, tapi terasa seperti pelukan.” Sebuah paradoks yang hanya bisa dimiliki oleh penulis yang jujur,...
aryakemuning.com/ – Di sebuah bengkel tua yang nyaris dilupakan waktu, hiduplah sekotak paku dalam kaleng berkarat. Mereka berdesakan, saling bertumpuk, sebagian bengkok, sebagian berkarat, sebagian...
aryakemuning.com/ – Pagi itu, tak ada klakson bersahut-sahutan. Tak ada suara mesin meraung panjang di tanjakan. Tak ada wajah-wajah lelah di balik kaca mobil yang...
aryakemuning.com/ – Langit pagi itu masih lembut. Aroma opor dan ketupat mengepul dari dapur, bercampur dengan suara takbir yang tersisa dari semalam. Di ruang tamu,...
aryakemuning.com/ – Pagi itu, langit masih menyisakan dingin yang enggan pergi. Takbir berkumandang dari pengeras suara masjid, mengalun pelan seperti menenangkan sesuatu yang tak pernah...
aryakemuning.com/ – Menjelang Lebaran, bukan hanya pejabat yang gelisah menunggu notifikasi. Di sisi lain, ada juga yang menunggu dengan harap-harap cemas, bukan untuk memberi, tapi...
aryakemuning.com/ – Menjelang Lebaran, suasana di kantor-kantor pemerintahan berubah drastis. Bukan karena semangat pelayanan publik meningkat, melainkan karena satu hal yang jauh lebih sakral dari...
aryakemuning.com/ – Ada satu fenomena sosial yang selalu muncul setiap menjelang Lebaran. Bukan kemacetan, bukan diskon besar-besaran, tapi wajah para suami yang berubah, tampak lesu...
aryakemuning.com/ Pagi itu jalan menuju Cisantana masih agak lengang. Kabut tipis turun dari arah gunung, dan beberapa pedagang jagung bakar mulai membuka lapaknya. Di sebuah...