April 15, 2026
Media Informasi
Ragam Terbaru Trending

Menelusuri Jejak Pajajaran, Wali Kota Bogor Kunjungi Kampung Lembur Sawah

BOGOR – Di kaki Gunung Salak yang sejuk, di antara lembah dan hamparan sawah hijau, tersimpan kisah lama yang kini perlahan dihidupkan kembali. Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama sejumlah peneliti dan tokoh masyarakat, Jumat (31/10/2025), menapaki jalan setapak di Kampung Lembur Sawah, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan — sebuah kampung yang diyakini menyimpan jejak peninggalan Kerajaan Pajajaran.

Rombongan menyusuri kawasan permukiman yang masih asri, menuju Situs Embah Jangkung dan Situs Kabayan. Di sanalah, potongan-potongan sejarah itu menunggu untuk disatukan kembali.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Diseminasi Hasil Penelitian Potensi Warisan Budaya Kampung Lembur Sawah, yang digagas Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Bogor, bekerja sama dengan TACB Jawa Barat, peneliti, tokoh adat, dan masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Dedie Rachim menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar penelitian arkeologi, tapi juga upaya menggali identitas dan sejarah panjang Kota Bogor.

“Ini adalah ikhtiar bersama untuk menggali peninggalan sejarah dan menghidupkan kembali ingatan kolektif kita sebagai bagian dari warisan Pajajaran,” ujarnya di Saung Eling, tempat berlangsungnya acara.

Ia juga mengungkapkan bahwa penelitian ini merupakan rangkaian langkah besar Jawa Barat menuju pembangunan Museum Pajajaran, yang akan didukung oleh Kementerian Kebudayaan.

“Kolaborasi dan sinergi ini menjadi lompatan besar bagi Jawa Barat. Museum Pajajaran nantinya akan menjadi simbol kebangkitan budaya dan sejarah kita,” tambahnya.

Dedie berharap penelitian di Lembur Sawah tidak berhenti pada penggalian artefak, tetapi juga mampu menyusun “story line” dan “timeline” sejarah Pajajaran, agar generasi muda bisa memahami bahwa kebesaran masa lalu adalah fondasi masa depan.

Ketua TACB Kota Bogor, Taufik Hassunna, menjelaskan penelitian dilakukan dengan pendekatan holistik dan partisipatif.

“Kami tidak hanya meneliti dari sisi arkeologi, tetapi juga wawancara langsung dengan warga. Kami ingin memahami bagaimana masyarakat Lembur Sawah memaknai tempat tinggal mereka sebagai bagian dari sejarah,” jelasnya.

Penelitian ini menghasilkan laporan setebal 140 halaman, berisi temuan lapangan, catatan sejarah lokal, hingga peta kemungkinan situs kuno yang masih tersembunyi.

Ketua TACB Provinsi Jawa Barat, Lutfi Yondri, menyambut baik langkah Pemerintah Kota Bogor yang tetap menaruh perhatian pada pelestarian budaya di tengah pesatnya pembangunan.

“Kota Bogor tumbuh pesat, tapi tetap menjaga kearifan lokal dan melestarikan situs bersejarah. Itu hal yang luar biasa,” ujarnya.

Menurut Lutfi, kajian lanjutan diperlukan untuk membuka “simpul-simpul” sejarah Pajajaran yang masih terpendam. Ia menduga kawasan Lembur Sawah dulunya merupakan permukiman tua, mengingat ditemukannya pecahan tembikar dan gerabah kuno di sekitar lokasi.

“Mungkin kita baru melihat sebagian kecil puzzle-nya. Tapi dari potongan kecil ini, kita bisa membaca arah sejarah yang lebih besar,” ungkapnya.

Ia juga menyarankan agar penelitian diperluas ke kajian demografi dan toponimi, untuk mengetahui asal-usul nama-nama tempat dan pola pemukiman masa lalu.

Kampung Lembur Sawah kini bukan hanya menjadi destinasi penelitian, tetapi juga ruang belajar sejarah bagi warga dan generasi muda Bogor. Di antara hijaunya sawah dan rindangnya pohon bambu, tersimpan pelajaran penting: bahwa pembangunan sejati bukan hanya membangun gedung, tetapi juga merawat ingatan dan jati diri sebuah kota.

Dari Mulyaharja, Bogor kembali mengingat masa lalunya, masa ketika Pajajaran berdiri gagah, meninggalkan jejak kebijaksanaan yang masih berdenyut dalam kehidupan masyarakatnya. Dan di Saung Eling hari itu, sejarah seakan berbisik lembut di telinga semua yang hadir: “Yang menjaga masa lalu, sedang menyiapkan masa depan.”

Sumber : https://www.jabarprov.go.id/

Related posts

Bunda Ela, Amanah Baru untuk Kemanusiaan

Redaksi

Bupati Dian Ajak Warga Dukuhpicung Jaga Warisan Leluhur dan Bangun Desa dengan Senyum

Redaksi

UNIKU Heboh! Wisuda ke-33 Jadi Panggung Perpisahan Rektor & Hujan Hadiah dari Tokoh Nasional

Redaksi

Leave a Comment