April 15, 2026
Media Informasi
Terbaru Trending

Bupati Dian: “Doa Ibu adalah Energi yang Tak Pernah Padam”

KUNINGAN – Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan menggelar Emotional Spiritual Quotient (ESQ) Training dengan tema “Leadership di Balik Layar, Peran Ibu sebagai Inspirator” di Aula Setda Lantai 3, Komplek KIC Kuningan, Kamis (25/9/2025).

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta, mulai dari istri Forkopimda, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP), pengurus PKK, hingga perwakilan organisasi wanita di Kabupaten Kuningan.

Narasumber sekaligus trainer ESQ, Yendra R. Pamungkas, M.M., membimbing peserta menggali potensi spiritual, emosional, dan intelektual. Tujuannya, agar para ibu semakin percaya diri, inspiratif, serta tangguh menghadapi dinamika kehidupan.

Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, S.Sos., atau akrab disapa Bunda Ela, menegaskan peran penting ibu sebagai “leader behind the scene” yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari keteladanan ibu lahirlah generasi berkarakter. Maka ibu bukan sekadar mengurus rumah tangga, tetapi juga pemimpin moral, inspirator, sekaligus penggerak perubahan,” ujarnya.

Bunda Ela juga mengajak seluruh peserta untuk terus mengembangkan diri dengan memperkuat iman, mengasah emosi, dan memperkaya pengetahuan.

Menurutnya, kualitas diri seorang ibu akan menentukan kualitas keluarga, bahkan arah kehidupan bangsa di masa depan.

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., turut hadir dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, perempuan memiliki ketangguhan luar biasa yang sering kali tidak disadari, baik secara emosional maupun intelektual.

“Di balik kelembutan seorang ibu, tersimpan kekuatan besar. Ibu adalah pelita dalam kegelapan,” ungkap Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati berbagi kisah pribadi tentang sosok ibunya yang menjadi teladan hidup. Ia menceritakan bagaimana ibunya yang seorang guru juga berjuang menopang ekonomi keluarga dengan berdagang.

“Selain mengajar, beliau membuat dan menjual es kacang hijau setiap pagi, berdagang sepulang sekolah, mengurus rumah tangga, mendidik anak, hingga mendukung ayah saya dalam organisasi. Multi-talenta luar biasa,” kenangnya.

Menurutnya, kekuatan bangsa tidak hanya lahir dari pemimpin di panggung, tetapi juga dari doa, dukungan, serta ketangguhan seorang istri atau ibu di balik layar.

“Istri adalah energi yang tidak pernah padam, doa yang dipanjatkan dalam senyap, dan kekuatan yang menopang keluarga serta bangsa,” tambahnya.

Melalui ESQ Training ini, Bupati berharap para peserta semakin termotivasi, terinspirasi, dan berani menggali potensi diri. Dengan begitu, ibu-ibu di Kabupaten Kuningan kian siap menjadi teladan sekaligus motor penggerak perubahan menuju keluarga tangguh dan masyarakat berdaya.

Related posts

Jadi Bunda Toleransi, Ela Helayati Ungkap Rahasia Damai di Tengah Perbedaan

Redaksi

ASN Produktif Itu Bukan Soal Duduk di Kantor!

Redaksi

“Sound for Humanity”: Dari Jatinangor, Nada Solidaritas untuk Gaza Bergema

Redaksi

Leave a Comment