Cirebon — Dari sebuah sekolah negeri di Kecamatan Mandirancan, lahir tiga siswa yang kini membuat bangga seluruh Kabupaten Kuningan. Dengan modal tekad, kerja keras, tim Triprometheus SMAN Mandirancan sukses menembus 3 besar nasional dalam Industrial Engineering Festival Cirebon (IEFC) 2025 yang digelar oleh Fakultas Teknologi Industri ITB.
Tiga nama itu, Ghani Aqeel Khairi, Alya Ramadhani, dan Chalista Naifa Adisty, berprestasi mengharumkan nama sekolah dan daerahnya.
Mereka bukan datang dari sekolah favorit kota besar, namun dari ratusan peserta se-Indonesia, justru merekalah yang berhasil mengalahkan lebih dari 300 tim dan berdiri di jajaran terbaik bersama SMK Negeri 1 Blitar serta SMA IT As-Syifa Boarding School Wanareja.
“Awalnya kami hanya ingin mencoba. Tidak menyangka bisa sampai sini,” ujar salah satu anggota tim dengan mata berkaca-kaca saat panitia mengumumkan tiga besar.
Momen pengumuman tiga besar dilakukan usai kegiatan Smart Logistics Seminar & Talkshow 2025 bertema “Shaping Youth Potential for the Future of Logistics”.
IEFC merupakan kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Industri (Kampus Cirebon), Fakultas Teknologi Industri ITB dengan total hadiah hingga Rp10 juta dan registrasi gratis.
Prestasi ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan Kabupaten Kuningan. SMAN Mandirancan, yang selama ini dikenal sebagai sekolah dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, kini menunjukkan kepada Indonesia bahwa potensi tidak ditentukan oleh lokasi, melainkan oleh kemauan untuk mencoba.
Sampai berita ini ditulis, ketiga finalis tengah bersiap melaju ke perebutan juara 1 nasional IEFC 2025.
Dan siapa tahu, dari sebuah sekolah di Mandirancan, lahir inovator-inovator masa depan Indonesia.
